Penelitian ini menganalisis praktik implementasi Kurikulum Merdeka dan efektivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SD Muhammadiyah Teminabuan, Sorong Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, analisis dokumen, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan P5 secara sistematis melalui model jadwal blok yang terpisah dari pembelajaran tematik. Strategi adaptif dilakukan untuk mengatasi keterbatasan fasilitas laboratorium komputer, antara lain melalui kebijakan Bring Your Own Device (BYOD), penyediaan WiFi gratis, serta pemanfaatan bahan daur ulang dan modul cetak. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa sangat tinggi, terutama dalam proyek kreatif fisik dan penggunaan media digital interaktif seperti Quizizz. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu persiapan guru, manajemen jadwal yang kompleks, serta perlunya peningkatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan soft skill dan life skill secara inovatif. Secara keseluruhan, sekolah berhasil menciptakan ekosistem pembelajaran yang holistik dengan mengintegrasikan aspek akademis, digital, dan pembentukan karakter melalui kolaborasi yang kuat dengan orang tua dan masyarakat lokal.
Copyrights © 2026