Idiom numerik dalam bahasa Mandarin merupakan kategori kebahasaan yang kaya nilai budaya, namun sulit dikuasai oleh pembelajar bahasa Mandarin sebagai bahasa asing. Penelitian ini bertujuan mengkaji kesalahan dalam pemahaman dan penggunaan idiom numerik pada 97 pembelajar di Pontianak, Indonesia. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pengumpulan data melalui tes pilihan ganda, penilaian, dan konstruksi kalimat, serta dianalisis menggunakan teori analisis kesalahan. Hasil menunjukkan penguasaan pembelajar masih terbatas, dengan tingkat kesalahan lebih dari 56% pada tugas produktif. Kesalahan dominan berupa kesalahan semantik, khususnya interpretasi literal, diikuti kolokasi yang tidak tepat dan kesalahan bentuk karakter. Kesalahan pragmatik juga menunjukkan rendahnya pemahaman konteks penggunaan. Temuan ini menunjukkan adanya pemrosesan dangkal dan dekomposisi leksikal yang memicu generalisasi intrabahasa dan transfer antarbahasa, serta menegaskan pentingnya pembelajaran idiom berbasis konteks dan produksi.
Copyrights © 2026