The use of technology in plant pest and disease management has become an important strategy to improve crop protection practices at the farmer level. The Forecasting Smart Eco Village (FSEV) program integrates Observation, Forecasting, and Control of Plant Pests and Diseases (P3OPT) with Disruptive Agriculture Technology (DAT) as an innovation in pest management systems. This study explores farmers’ acceptance of the innovation using the Technology Acceptance Model (TAM). A descriptive quantitative method was applied, involving all 40 farmers participating in the FSEV field school program in Sumbersari Village, Moyudan Subdistrict, Sleman Regency. Data were processed using SEM-PLS with SmartPLS 4 software. The findings indicate that all measurement indicators satisfied validity and reliability requirements. Structural testing demonstrates that perceived ease of use significantly influences farmers’ attitudes toward technology utilization, while these attitudes also contribute significantly to behavioral intention to continue using the technology. In contrast, perceived usefulness shows a positive direction but does not significantly affect attitudes or behavioral intention. The model explains 19.2% of variance in attitude toward use, 18.5% in behavioral intention, and 9.5% in perceived usefulness. These results suggest that operational simplicity plays a more decisive role in technology acceptance among farmers than perceived benefits. ABSTRAK Penerapan teknologi dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan efektivitas perlindungan tanaman di tingkat petani. Program Forecasting Smart Eco Village (FSEV) mengintegrasikan teknologi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (P3OPT) dengan Disruptive Agriculture Technology (DAT) sebagai inovasi dalam sistem pengendalian OPT. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerimaan petani terhadap inovasi tersebut melalui pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan seluruh populasi sebanyak 40 petani peserta sekolah lapang FSEV di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman sebagai responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan SEM-PLS berbantuan SmartPLS 4. Hasil analisis memperlihatkan seluruh indikator telah memenuhi persyaratan pengujian instrumen, baik validitas maupun reliabilitas. Secara struktural, persepsi kemudahan penggunaan terbukti memiliki pengaruh nyata terhadap sikap petani dalam menggunakan teknologi, kemudian sikap tersebut juga mendorong munculnya niat untuk terus memanfaatkan teknologi yang diterapkan. Sebaliknya, persepsi manfaat menunjukkan arah hubungan positif, namun belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap maupun niat penggunaan. Model penelitian mampu menjelaskan variasi sikap penggunaan sebesar 19,2%, niat penggunaan 18,5%, dan persepsi manfaat 9,5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa aspek kemudahan operasional teknologi lebih menentukan penerimaan petani dibandingkan persepsi manfaatnya.
Copyrights © 2026