Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam konsep pedagogi kepemimpinan yang terkandung dalam teks Nītiśāstra karya Maha Rsi Kautilya. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kepemimpinan dipandang bukan sekadar sebagai posisi kekuasaan, melainkan sebagai proses pendidikan karakter yang berkesinambungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan hermeneutika untuk menafsirkan makna filosofis dan pedagogis dari sloka-sloka dalam teks Nītiśāstra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagogi kepemimpinan dalam perspektif Nītiśāstra mencakup integrasi antara kecerdasan intelektual, kematangan moral, dan pengendalian diri (Indriya Jaya). Teks ini membedakan secara jelas antara pedagogi, andragogi, dan heutagogi dalam konteks perkembangan kepemimpinan. Hakikat pedagogi kepemimpinan dalam Nītiśāstra menempatkan pemimpin sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan moral bagi masyarakatnya. Proses pendidikan karakter ini dimulai dari disiplin diri sebagai fondasi utama sebelum memimpin orang lain. Tujuan akhirnya adalah pencapaian kesejahteraan bersama (Jagadhita) yang berlandaskan pada nilai-nilai Dharma. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan hermeneutika dalam merekonstruksi teks Nītiśāstra sebagai sumber pedagogi kepemimpinan, yang sebelumnya lebih banyak dikaji dalam perspektif etika dan politik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep kepemimpinan dalam Nītiśāstra memiliki nilai pedagogis yang universal dan relevan untuk membentuk karakter pemimpin yang berintegritas di era modern.
Copyrights © 2026