Penelitian ini mengeksplorasi fenomena interferensi bahasa pertama (B1) yang meresap dalam pemerolehan fonologi Bahasa Inggris di kalangan pemelajar Indonesia. Dengan menggunakan kerangka analisis kontrasif, penelitian ini mengidentifikasi deviasi fonologis spesifik pada tingkat segmental dan suprasegmental. Data yang dikumpulkan dari berbagai konteks regional di Indonesia menunjukkan bahwa pemelajar menghadapi tantangan signifikan dengan perbedaan panjang vokal Bahasa Inggris, frikatif interdental (/θ/, /ð/), dan gugus konsonan yang kompleks. Studi ini juga menyoroti interferensi ortografis, di mana transparansi fonetik Bahasa Indonesia menyebabkan kesalahan pelafalan huruf senyap dalam Bahasa Inggris. Selain itu, transisi dari ritme syllable-timed dalam Bahasa Indonesia ke ritme stress-timed dalam Bahasa Inggris menghasilkan perataan intonasi, yang memengaruhi pemahaman secara keseluruhan. Temuan menunjukkan bahwa kesalahan ini adalah transfer negatif sistematis dari kebiasaan B1 dan bukan kesalahan acak. Studi ini menekankan perlunya pelatihan artikulasi eksplisit dan kesadaran fonologis dalam pedagogi Bahasa Inggris untuk memitigasi fosilisasi.
Copyrights © 2026