Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep dan implementasi blended learning dalam pembelajaran Bahasa Arab di perguruan tinggi. Mengingat tantangan rendahnya keterampilan berbahasa aktif mahasiswa serta potensi besar media digital, pendekatan blended learning menjadi alternatif strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di UIN Raden Intan Lampung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blended learning tidak hanya meningkatkan fleksibilitas waktu dan tempat belajar, tetapi juga memperkaya variasi sumber belajar, mendorong kemandirian, serta meningkatkan motivasi dan keterampilan maharah kalam dan kitabah. Namun, tantangan seperti kesiapan infrastruktur dan literasi digital menjadi catatan penting. Temuan ini memperkuat teori pemerolehan bahasa kedua Krashen dan Mayer tentang multimedia learning. Kesimpulannya, blended learning efektif diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Arab dengan catatan perencanaan pedagogis yang matang.
Copyrights © 2026