Pengukuran produktivitas merupakan elemen krusial bagi keberlanjutan industri pengolahan pangan, termasuk agroindustri sari nanas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas dan mengidentifikasi area perbaikan pada agroindustry sari nanas dengan mengintegrasikan metode Objective Matrix (OMAX), Traffic Light System (TLS), dan Tree Diagram. Metode OMAX digunakan untuk mengukur capaian kinerja pada berbagai kriteria, TLS untuk visualisasi status kinerja, dan Tree Diagram untuk merumuskan rekomendasi perbaikan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata capaian kinerja produktivitas agroindustri sari nanas adalah sebesar 3,658. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa kinerja operasional masih relatif rendah pada seluruh kriteria yang diukur, meliputi penggunaan bahan baku, kinerja mesin, efektivitas jam kerja, dan konsumsi energi listrik. Evaluasi melalui TLS mengungkapkan bahwa sebagian besar indikator (55,56%) berada pada zona merah (kritis), sementara hanya 6,25% indikator yang mencapai target atau zona hijau. Hal ini menegaskan adanya kesenjangan yang signifikan antara target perusahaan dengan realitas di lapangan. Berdasarkan analisis Tree Diagram, rekomendasi perbaikan difokuskan pada empat aspek utama: optimalisasi penanganan bahan baku guna meningkatkan rendemen, pelembagaan pemeliharaan preventif mesin secara rutin untuk menekan downtime, minimalisasi pemborosan energi pada sektor non-produksi, serta penerapan skema sif kerja yang lebih fleksibel untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja. Integrasi ketiga metode ini terbukti menghasilkan analisis produktivitas yang komprehensif, berkesinambungan, dan dapat direplikasi pada berbagai sektor industri lainnya untuk meningkatkan akurasi pengukuran kinerja.
Copyrights © 2026