Penelitian ini berjudul “Warna Lokal Surabaya dalam Roman Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer”. Karya sastra merupakan hasil proses kreatif yang mencerminkan kehidupan masyarakat, sedangkan roman berfungsi menampilkan realitas sosial dan budaya tertentu. Roman Bumi Manusia menggambarkan kehidupan masyarakat Surabaya awal abad ke-20 dengan latar sosial dan budaya yang khas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk warna lokal Surabaya yang meliputi aspek mata pencaharian, sistem sosial, budaya, dan bahasa, serta mengungkap makna kultural yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan menganalisis teks Bumi Manusia. Langkah penelitian mencakup membaca teks, mengidentifikasi unsur warna lokal, mengklasifikasikan data, serta menafsirkan makna budaya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penerapan teori tanda Ferdinand de Saussure dan Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bumi Manusia menampilkan warna lokal Surabaya melalui sistem kemasyarakatan, adat istiadat, bahasa dialek, dan aktivitas ekonomi masyarakat urban. Roman ini menggambarkan karakter masyarakat Surabaya yang terbuka, berani, dan dinamis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa karya sastra berperan penting dalam melestarikan identitas lokal dan memperkaya kajian sastra Indonesia.
Copyrights © 2026