Pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan, memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi, namun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai permasalahan tata kelola yang bersifat sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi dan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Sulawesi Tengah serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang dikombinasikan dengan analisis kebijakan, dengan memanfaatkan data sekunder, analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth), serta teknik forecasting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama tidak terletak pada keterbatasan fiskal, melainkan pada belum terintegrasinya data teknis kondisi jalan dengan perencanaan fiskal. Dominasi pendekatan incremental budgeting menyebabkan peningkatan kemantapan jalan berjalan lambat, yaitu sekitar 0,95% per tahun, sehingga tidak mampu mencapai kondisi ideal. Selain itu, terdapat kesenjangan signifikan antara kebutuhan dan kapasitas anggaran yang diperparah oleh lemahnya koordinasi antar lembaga serta belum optimalnya penerapan evidence-based policy. Kebijakan yang ada cenderung bersifat reaktif dan belum mampu menghasilkan perubahan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem perencanaan dan penganggaran terintegrasi berbasis data menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur jalan.
Copyrights © 2026