Pembangunan geothermal di Poco Leok Kabupaten Manggarai merupakan salah satu isu krusial yang masih ramai diperdebatkan dalam forum publik. Proyek ini merupakan salah satu kebijakan politik yang bertujuan untuk mendorong transisi energi yang berkelanjutan. Namun dalam pengimplementasiannya, proyek ini justru menimbulkan konflik sosial seperti polarisasi dalam masyarakat, hak masyarakat adat diabaikan, kerusakan lingkungan, masyarakat kehilangan matapencaharian, dan ketidak adilan. Hal ini ditandai dengan ramainya gerakan sosial yang timbul sebagai bentuk penolakan terhadap proyek yang dianggap destruktif ini. Dalam tulisan ini, penulis coba menanggapi kebijakan politik tersebut dengan menggunakan konsep politik Thomas Aquinas. Menurut Thomas Aquinas, suatu negara (tatanan politik) secara lahiriah dibentuk untuk tercapainya kepentingan bersama (bonum commune). Hal ini didasari oleh hakikat dari negara yang dibentuk oleh eksistensi manusia itu sendiri sebagai makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain, sehingga tujuannya yaitu untuk mencapai bonum commune. Metode yang digunakan dalam tulisan ini yaitu metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi pustaka dan analisis konseptual. Berdasarkan hasil analisis proyek tersebut pada dasarya tidak mengarah pada bonum commune, dan justru menciptakan ketidakadilan dalam masyarakat.
Copyrights © 2026