Penelitian ini mengkaji mitigasi bencana berbasis kearifan lokal Suku Sasak dalam membangun resiliensi komunitas di Kota Mataram. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya risiko bencana yang diperparah oleh urbanisasi serta dominasi pendekatan mitigasi yang bersifat top-down. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kearifan lokal dalam memperkuat resiliensi melalui modal sosial, komunikasi, kompetensi komunitas, dan kapasitas ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data menggunakan model interaktif berbantuan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, baik tangible seperti kul-kul dan arsitektur adaptif, maupun intangible seperti besemeton dan besiru, berperan dalam sistem peringatan dini dan penguatan kohesi sosial. Namun, terdapat tantangan berupa degradasi nilai kolektif dan fenomena pasif digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal dalam tata kelola mitigasi bencana perkotaan.
Copyrights © 2026