Sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial dalam pembinaan anak terlantar di Kota Jakarta Timur merupakan hal yang penting dalam menjaga ketertiban umum dan kesejahteraan sosial. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, koordinasi yang belum optimal, serta kurangnya program tindak lanjut yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergitas antara Satpol PP dan Dinas Sosial serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan anak terlantar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan teori sinergitas Doctoroff. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas telah berjalan melalui operasi penertiban, penjangkauan, dan pembinaan di panti sosial. Faktor pendukung meliputi regulasi dan komitmen kelembagaan. Namun, sinergitas belum optimal akibat keterbatasan personel, sarana prasarana yang belum memadai, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Selain itu, terdapat kendala dalam keberlanjutan pembinaan setelah anak kembali ke lingkungan masyarakat. Kesimpulannya, sinergitas telah berjalan cukup baik, tetapi perlu ditingkatkan melalui penguatan koordinasi dan program berkelanjutan agar hasilnya lebih efektif.
Copyrights © 2026