Penelitian ini mengkaji efektivitas Program Desa Tangguh Bencana (Destana) dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Kecamatan Tanggulangin merupakan wilayah dengan intensitas banjir tertinggi di Kabupaten Sidoarjo, dengan 18 desa berisiko tinggi dan kejadian banjir berulang setiap tahun yang berdampak pada ribuan kepala keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive dan snowball, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Efektivitas diukur menggunakan lima indikator menurut Sutrisno (2010): pemahaman program, ketepatan sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Destana cukup efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui sosialisasi sistematis, simulasi praktis, dan koordinasi berbasis komunitas. Capaian utama meliputi peningkatan pengetahuan kebencanaan, perubahan sikap masyarakat, mekanisme evakuasi yang lebih terorganisir, koordinasi antarwarga yang lebih solid, serta perubahan perilaku nyata seperti pemeliharaan lingkungan aktif dan persiapan tas siaga bencana. Namun, masih terdapat keterbatasan pada sistem peringatan dini, keterlibatan kelompok rentan, cakupan wilayah, dan belum adanya formalisasi regulasi desa tentang pengurangan risiko bencana. Penelitian merekomendasikan formalisasi peraturan desa, perluasan cakupan program, penguatan teknologi peringatan dini, dan sinergi antara pemberdayaan masyarakat dengan penanganan infrastruktur fisik.
Copyrights © 2026