Bencana tsunami yang melanda Kota Palu pada tahun 2018 menimbulkan dampak multidimensional pada aspek sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pascabencana di Kota Palu menggunakan pendekatan Build Back Better dalam kerangka Sendai Framework 2015–2030. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis deskriptif-analitis terhadap berbagai jurnal ilmiah, laporan resmi, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilaksanakan pada berbagai sektor, meliputi pemulihan infrastruktur, sosial, ekonomi, dan tata kelola. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti koordinasi antar lembaga yang belum optimal, keterbatasan kapasitas kelembagaan, serta belum terintegrasinya pendekatan berbasis risiko dalam pembangunan daerah. Selain itu, proses pemulihan kelompok rentan, pelaku UMKM, serta penguatan mitigasi berkelanjutan masih memerlukan perhatian yang lebih konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pascabencana di Kota Palu perlu diperkuat melalui peningkatan koordinasi lintas sektor, penguatan kapasitas kelembagaan, integrasi mitigasi risiko, serta pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan pemulihan yang tangguh dan berkelanjutan
Copyrights © 2026