Meluasnya budaya konsumerisme digital telah mendorong pergeseran perilaku self-reward mahasiswa dari penguatan diri berbasis pencapaian menuju kecenderungan konsumsi yang berlebihan dan berpotensi hedonis. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh self-reward terhadap perilaku hedonisme serta mengkaji peran moderasi pemahaman konsumsi Islam pada hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 131 mahasiswa aktif Universitas Pendidikan Indonesia yang dipilih melalui purposive sampling; data kuesioner berskala Likert 1–4 dianalisis menggunakan regresi linear berganda dan uji moderasi melalui SPSS. Self-reward berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku hedonisme sebagai prediktor dominan dalam model (β = 0,439; p < 0,001). Pemahaman konsumsi Islam berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku hedonisme (β = −0,211; p = 0,009), meskipun kekuatan pengaruhnya lebih rendah dibandingkan self-reward. Lebih lanjut, pemahaman konsumsi Islam tidak terbukti memoderasi hubungan antara self-reward dan perilaku hedonisme (β = 0,057; p = 0,483). Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara pengetahuan normatif dan pengendalian perilaku aktual, sehingga upaya mereduksi perilaku hedonis mahasiswa Muslim memerlukan pendekatan internalisasi nilai yang bersifat behavioral dan kontekstual, tidak cukup hanya melalui peningkatan pemahaman konsumsi Islam secara kognitif.
Copyrights © 2026