Peningkatan timbulan sampah di Kabupaten Gresik menunjukkan perlunya sistem pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berbasis gasifikasi direncanakan sebagai solusi terpadu untuk mengurangi volume sampah sekaligus memanfaatkan potensi energi dari sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi perancangan arsitektur PLTSa yang mampu meningkatkan kinerja fasilitas sekaligus meminimalkan dampak lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan biomimikri dengan mengadaptasi mekanisme filtrasi, adaptasi bentuk, dan pengendalian aliran udara yang terdapat pada ekosistem mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip biomimikri tersebut menghasilkan strategi desain yang mampu meningkatkan efisiensi operasional bangunan, mengoptimalkan pengendalian aliran udara, serta menekan penyebaran bau pada kawasan sekitar. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan biomimikri tidak hanya mendukung kinerja teknis fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga memperkuat fungsi edukatif dan penerimaan masyarakat. Dengan demikian, PLTSa dapat diposisikan tidak hanya sebagai infrastruktur energi, tetapi juga sebagai representasi desain ekologis dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Copyrights © 2026