Meningkatnya krisis akhlak pelajar, yang terlihat dari kurangnya sikap hormat, tanggung jawab, dan etika dalam lingkungan pendidikan, yang mendorong penelitian ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan cenderung lebih menekankan pembentukan karakter daripada aspek kognitif. Oleh karena itu, gagasan "adab di atas ilmu" yang ada dalam tradisi pesantren, terutama melalui praktik ngaji filsafat di Pesantren Genggong, harus dipelajari sebagai alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa bagaimana nilai-nilai tersebut berfungsi dalam menangani masalah moral pelajar. Metode kualitatif yang digunakan, melibatkan penelitian literatur dan analisis reflektif terhadap gagasan pendidikan pesantren. Penelitian menunjukkan bahwa ngaji filsafat Genggong menanamkan kesadaran moral, adab, dan pembentukan karakter melalui praktik dan keteladanan. Fakta bahwa nilai-nilai ini berguna dalam membangun kembali fondasi moral pelajar di tengah tantangan modernitas telah terbukti. Oleh karena itu, sangat penting bagi sistem pendidikan untuk mengintegrasikan ilmu dan adab untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara moral.
Copyrights © 2026