Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tradisi Ma'saro, suatu bentuk kerja sama timbal balik (gotong royong), tetap menjadi ikatan yang kuat dalam masyarakat Desa Suppiran, Lembang, Pinrang. Ma'saro adalah kebiasaan yang melibatkan partisipasi seluruh warga dalam berbagai kegiatan bersama, sehingga menciptakan hubungan sosial yang erat dan harmonis di desa. Melalui observasi langsung dan wawancara dengan warga setempat, saya menemukan bahwa meskipun zaman telah berubah, nilai-nilai kerja sama timbal balik dalam tradisi Ma'saro tetap utuh dan diwariskan dari generasi ke generasi. Melestarikan tradisi ini tidak hanya memperkuat rasa kebersamaan tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Dari hasil penelitian ini, saya menyadari betapa pentingnya menjaga budaya lokal sebagai modal sosial yang mendukung pembangunan desa berkelanjutan.
Copyrights © 2026