Gantala Tidak sering ialah salah satu santapan khas Jeneponto, Sulawesi Selatan yang jadi karakteristik khas warga Jeneponto, yang sebagian besar dibuat dari daging kuda. Dalam bahasa setempat," gantala" berarti saus bening serta" tidak sering" berarti kuda. Hidangan ini terbuat dengan merebus daging kuda yang dipotong dadu dengan garam, serai, tanpa banyak bumbu, sehingga cita rasa daging kudanya sangat gurih serta lezat, metode pembuatannya lumayan simpel ialah dimasak di atas api yang menyala. Nilai budaya Gantala Tidak sering sangat dalam untuk warga Jeneponto, Sulawesi Selatan. Gantala Tidak sering bukan cuma semata- mata santapan, namun jadi simbol kebersamaan, kehormatan, serta bukti diri budaya warga setempat yang terus dilestarikan. Hidangan ini kerap muncul dalam bermacam kegiatan tradisional semacam perkawinan, sunat, aqiqah, serta perayaan keagamaan, di mana kehadirannya menunjukkan kegembiraan serta kehangatan kegiatan dan penghormatan kepada tuan rumah. Tradisi Gantala Tidak sering mempunyai kedudukan berarti dalam menguatkan bukti diri budaya warga Kabupaten Jeneponto.
Copyrights © 2026