Audri Mei Sane
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian nilai budaya dan peran tradisi Gantala Jarang dalam menguatkan identitas budaya masyarakat kabupaten Jeneponto di Sulawesi Selatan Mutiara Suci; Audri Mei Sane; Nur Afifah Ananda Masita
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 2 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i2.261

Abstract

Gantala Tidak sering ialah salah satu santapan khas Jeneponto, Sulawesi Selatan yang jadi karakteristik khas warga Jeneponto, yang sebagian besar dibuat dari daging kuda. Dalam bahasa setempat," gantala" berarti saus bening serta" tidak sering" berarti kuda. Hidangan ini terbuat dengan merebus daging kuda yang dipotong dadu dengan garam, serai, tanpa banyak bumbu, sehingga cita rasa daging kudanya sangat gurih serta lezat, metode pembuatannya lumayan simpel ialah dimasak di atas api yang menyala. Nilai budaya Gantala Tidak sering sangat dalam untuk warga Jeneponto, Sulawesi Selatan. Gantala Tidak sering bukan cuma semata- mata santapan, namun jadi simbol kebersamaan, kehormatan, serta bukti diri budaya warga setempat yang terus dilestarikan. Hidangan ini kerap muncul dalam bermacam kegiatan tradisional semacam perkawinan, sunat, aqiqah, serta perayaan keagamaan, di mana kehadirannya menunjukkan kegembiraan serta kehangatan kegiatan dan penghormatan kepada tuan rumah. Tradisi Gantala Tidak sering mempunyai kedudukan berarti dalam menguatkan bukti diri budaya warga Kabupaten Jeneponto.