Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology

Analisis Pengaruh Pemberian Gel Lidah Buaya terhadap Penyembuhan Luka pada Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Aloksan

Sunge, Shania Fadila (Unknown)
Juhamran , Reeny Purnamasari (Unknown)
Anggita, Dwi (Unknown)
Iskandar , Darariani (Unknown)
Hasbi , Berry Erida (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 May 2026

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik dengan hiperglikemia yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Luka sayat pada penderita DM berisiko mengalami penyembuhan yang lambat dan infeksi. Lidah buaya (Aloe vera) memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, analgesik, dan hipoglikemik serta mengandung glukomanan yang dapat merangsang proliferasi fibroblas dan produksi kolagen. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya efektif mempercepat penyembuhan luka pada kondisi diabetes melalui peningkatan regenerasi jaringan dan penurunan stres oksidatif. Oleh karena itu, lidah buaya berpotensi sebagai terapi alternatif dalam penyembuhan luka pada penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian gel lidah buaya terhadap penyembuhan luka yang di induksi aloksan (1 dan 2), untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian gel lidah buaya terhadap penyembuhan luka yang di induksi aloksan (3 dan 4), untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian gel lidah buaya terhadap penyembuhan luka yang di induksi aloksan (1 dan 3), untuk mengetahui perbedaan penyembuhan luka antara kelompok pemberian gel lidah buaya dengan tidak pada mencit yang di induksi aloksan, dan untuk mengetahui perbedaan penyembuhan luka antara kelompok pemberian gel lidah buaya dengan tidak pada mencit yang di induksi aloksan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitian Posttest Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gel lidah buaya menunjukkan kecenderungan mempercepat penyembuhan luka pada fase awal, baik pada luka yang diinduksi aloksan maupun luka sayat pada mencit yang tidak diinduksi aloksan. Kelompok yang diberi gel lidah buaya memiliki ukuran luka yang lebih kecil dibandingkan kelompok tanpa gel, dengan penyembuhan paling lambat ditemukan pada kelompok luka yang diinduksi aloksan tanpa perlakuan. Perbandingan antar kelompok (1–2, 3–4, 1–3) menunjukkan adanya perbaikan klinis pada kelompok perlakuan, namun uji Mann–Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (p > 0,05). Pada luka sayat, efek gel lidah buaya kurang menonjol pada fase akhir penyembuhan karena regenerasi jaringan yang berlangsung cepat secara alami. Dapat disimpulkan bahwa gel lidah buaya berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka, terutama pada fase awal luka pada mencit yang diinduksi aloksan, namun pengaruh tersebut belum menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dibandingkan tanpa pemberian gel.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

bjmlt

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Borneo Journal of Medical Laboratory Technology is a Scientific Journal managed by Department of Medical Laboratory Technology Faculty of Health Science Universitas Muhammadiyah Palangkaraya and published twice a year (in October and April) by Institute for Researches and Community Services ...