Latar belakang : Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang sering menyerang anak-anak dan berpotensi fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketepatan penggunaan antibiotik dengan lama rawat inap pasien bronkopneumonia. Metode : Penelitian non-eksperimental ini menggunakan data retrospektif dari rekam medis 234 pasien bronkopneumonia di RSD K.R.M.T Wongsonegoro selama tahun 2023. Data mencakup karakteristik pasien, jenis antibiotik, ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan kriteria 4T (Tepat Pasien, Tepat Obat, Tepat Dosis, Tepat Indikasi), dan lama rawat inap. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dilakukan untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil : Mayoritas pasien bronkopneumonia adalah laki-laki (50,43%) dan anak-anak usia 0-5 tahun (76,5%). Ceftriaxone, sefalosporin generasi ketiga, adalah antibiotik tunggal yang paling banyak digunakan (100%). Ketepatan penggunaan antibiotik sangat rendah, hanya 7,69% (18 pasien) yang tepat, sementara 92,31% (216 pasien) tidak tepat. Kriteria 4T menunjukkan ketepatan pasien, obat, dan indikasi mencapai 100%, namun ketepatan dosis hanya 7,69%. Lama rawat inap didominasi oleh periode 1-3 hari (61,5%). Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,055 (>0,05), Rasio Odds (OR) = 0,969, dan Confidence Interval (CI) = 0,366-2,630. Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis, tidak terdapat hubungan signifikan antara ketepatan penggunaan antibiotik dengan lama rawat inap pasien bronkopneumonia di RSD K.R.M.T Wongsonegoro periode 2023.
Copyrights © 2024