Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat 53.806 penderita di Kalimantan Selatan. Di Kabupaten Balangan, kasus mencapai 7.589 orang pada 2020 dan terus meningkat. Di Puskesmas Awayan, jumlah penderita naik dari 241 orang (2022) menjadi 598 orang (2023). Persepsi pasien berperan penting dalam pengelolaan penyakit dan kepatuhan pengobatan sehingga perlu diukur sebagai dasar intervensi. Tujuan: Mengetahui persepsi pasien Diabetes Melitus tipe II terhadap penyakitnya menggunakan instrumen Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) di Puskesmas Awayan. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan univariat. Sampel berjumlah 30 pasien Diabetes Melitus tipe II pada Agustus–September 2025, diambil dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner B-IPQ dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Rata-rata skor persepsi sebesar 6,73 (kategori tinggi). Aspek perhatian, waktu, dan emosi memiliki skor tertinggi, menunjukkan pemahaman bahwa penyakit bersifat kronis dan berdampak emosional. Namun, 63,3% responden masih memiliki persepsi negatif. Penyebab utama yang diyakini adalah pola makan tidak teratur, konsumsi gula berlebih, dan stres. Kesimpulan: Pasien memiliki kesadaran yang baik, tetapi masih memandang penyakit sebagai kondisi berat dan sulit dikendalikan. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk memperbaiki persepsi dan mendukung pengelolaan optimal.
Copyrights © 2026