Pendahuluan: Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia, karena dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak di bawah usia 5 tahun (Kemenkes RI, 2022). Setiap tahun, angka kematian pada anak mencapai 91.000, dengan penyebab utama berupa infeksi gastroenteritis, yaitu penyakit diare (WHO, 2024). Di Kabupaten Lampung Selatan, tercatat 546 kasus diare pada bayi, dengan 75 kasus (7,59%) terjadi di UPTD Puskesmas Kalianda pada tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan bahwa diare masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait faktor-faktor yang memengaruhi kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hal tersebut. Metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan sectional. Populasi penelitian sebanyak 130 bayi berusia 0-12 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Hasil: Uji bivariat menunjukkan nilai chi-square untuk pemberian ASI eksklusif (p = 0,024), kebiasaan cuci tangan ibu (p = 0,010), dan penggunaan air bersih (p = 0,026). Kesimpulan: terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif, kebiasaan cuci tangan ibu dan penggunaan air bersih dengan kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di UPTD Puskesmas Kalianda.
Copyrights © 2026