Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap individu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dalam konteks gereja melalui refleksi hermeneutik feminis pada teks Ulangan 23:1-8. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks dengan pendekatan hermeneutik feminis untuk memahami teks Ulangan 23:1-8 dari perspektif gender dan keadilan sosial. Artikel ini mengemukakan tiga hasil penelitian yakni (1) jika menggunakan pendekatan hermeneutik kecurigaan dari Elizabeth Fiorensa, teks ini tidak secara langsung membahas isu diskriminasi terhadap beberapa kelompok yang berpotesi menyudutkan kelompok rentan dalam masyarakat masa kini. (2) Dampak negatif dari stigma dan diskriminasi terhadap kelompok rentan, termasuk LGBT akan membuat tindakan diskriminasi semakin tinggi. (3) Respons gereja terhadap kehadiran LGBT dibedakan dalam dua bentuk yakni eksklusif dan inklusif. Sehingga, pada dasarnya artikel ini menyoroti pentingnya memperjuangkan penghapusan stigma dan diskriminasi untuk membangun gereja yang inklusif bagi kelompok rentan, seperti LGBT dan kelompok yang lain-yang bukan merupakan bagian dari konteks.
Copyrights © 2025