Indonesia adalah negara majemuk yang kaya akan keberagaman budaya dan agama. Penelitian ini bertujuan meninjau budaya Sallombengang sebagai kearifan lokal dalam masyarakat Seko, Sulawesi Selatan, untuk membangun teologi interkultural. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan secara spesifik menggunakan pendekatan fenomenologi. Tulisan ini menegaskan tiga temuan yakni (1) Falsafah Sallombengang di Seko, Sulawessi Selatan merupakan bentuk dari praktik teologi interkultural yang terbingkai sebagai ajaran atau pesan profetik Roka bagi masyarakat Seko dalam membangun kehidupan yang bebas dari konflik. (2) Teologi interkultural yang dimaknai dalam tradisi Sallombengang menunjukan perbedaan agama dan budaya bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai sumber kekayaan yang dapat dikelola dalam menciptakan tatanan kehidupan yang harmonis. (3) Melalui prinsip-prinsip dialog, saling menghargai antarumat beragama, dan gotong-royong, Sallombengang di Seko menjadi sarana dalam menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan inklusif. Dengan demikian, tradisi ini memberikan kontribusi bagi perkembangan teologi interkultural di Indonesia.
Copyrights © 2025