Rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 3–4 tahun di KB-TKIT MTA Karawang disebabkan kurangnya variasi media pembelajaran dan proses pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Sensory Bin untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Subjek penelitian berjumlah 12 anak kelas KB tahun ajaran 2025–2026. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Hasil pra tindakan menunjukkan belum ada anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (0%). Setelah penerapan Sensory Bin pada siklus I, persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik meningkat menjadi 41%. Pada siklus II, peningkatan signifikan kembali terjadi hingga mencapai 84%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Sensory Bin efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 3–4 tahun melalui kegiatan yang lebih menarik, variatif, dan stimulatif dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2026