Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menjamin keselamatan petugas rekam medis, khususnya di unit penyimpanan yang memiliki risiko ergonomi dan fisik akibat penumpukan berkas serta ruang kerja yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan K3, pengaruhnya terhadap produktivitas kerja, serta faktor penghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap petugas rekam medis di RSUD Bandung Kiwari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 telah berjalan cukup baik melalui penyediaan APD, pengaturan tata ruang, serta pemenuhan standar ventilasi dan pencahayaan, namun penggunaan APD masih situasional, penumpukan berkas menimbulkan risiko ergonomi, dan pelatihan K3 masih bersifat umum. Produktivitas kerja petugas dipengaruhi oleh pengalaman, ketelitian, dukungan teknologi SIMRS, serta penerapan K3 yang terbukti mendukung efektivitas dan keselamatan kerja. Faktor penghambat utama meliputi pemahaman petugas yang belum konsisten, keterbatasan anggaran, kurangnya pelatihan khusus, serta kompleksitas pekerjaan di ruang penyimpanan. Disimpulkan bahwa penerapan K3 di unit penyimpanan rekam medis perlu ditingkatkan melalui penguatan budaya keselamatan, pengawasan berkelanjutan, serta perbaikan fasilitas untuk mendukung keselamatan kerja dan peningkatan mutu pelayanan.
Copyrights © 2025