International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code merupakan instrumen utama dalam menjaga keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan dari berbagai bentuk ancaman, baik konvensional maupun nonkonvensional. Seiring dengan meningkatnya digitalisasi pelabuhan, tantangan keamanan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup ancaman siber dan penggunaan teknologi tanpa izin, seperti drone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penerapan ISPS Code di Pelabuhan Tanjung Emas serta merumuskan strategi penguatan keamanan pelabuhan yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini mengintegrasikan TOWS Matrix dan Expert Judgment untuk merumuskan strategi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama Pelabuhan Tanjung Emas terletak pada ketersediaan prosedur keamanan standar dan kompetensi personel keamanan. Namun, masih ditemukan kelemahan berupa ketidaksesuaian antara implementasi lapangan dan dokumen kepatuhan ISPS Code. Analisis menunjukkan bahwa 75,9% strategi mencapai konsensus (IQR ≤ 1) dengan rata-rata (mean) 4.19 (kategori tinggi). Enam strategi prioritas tinggi yang direkomendasikan untuk diimplementasikan dalam jangka pendek, mencakup penguatan SDM berbasis TIK, digitalisasi pemeriksaan ID Card, optimalisasi sistem manajemen keamanan, dan peningkatan patroli terkoordinasi sebagai bagian dari implementasi ISPS Code yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025