Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel makroekonomi yang terdiri dari inflasi, nilai tukar rupiah, dan BI Rate terhadap harga saham perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak EViews. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 14 perusahaan pertambangan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai F-hitung sebesar 16,17328 > F-tabel 2,74 dan nilai signifikansi 0 < 0,05. Secara parsial, variabel inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t-hitung 2,822413 > t-tabel 1,66827 dan signifikansi 0,0067 < 0,05. Variabel nilai tukar rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t-hitung 1,264360 < t-tabel 1,66827 dan signifikansi 0,2116 > 0,05. Sementara itu, variabel BI Rate berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t-hitung 2,114379 > t-tabel 1,66827 dan signifikansi 0,0392 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,830004 menunjukkan bahwa ketiga variabel makro ekonomi mampu menjelaskan 83,0004% variasi harga saham, sedangkan sisanya 16,9996% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diteliti..
Copyrights © 2026