Pembentukan identitas sosial dan empati budaya pada anak sekolah dasar merupakan proses penting dalam tahap perkembangan mereka, khususnya di lingkungan yang relatif homogen secara sosial dan kultural. Program 1000 Guru Bali di SDN 4 Besakih dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar lintas budaya melalui kegiatan pengenalan budaya daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan menggambarkan proses kegiatan serta menganalisis kontribusinya terhadap pemahaman siswa mengenai keragaman budaya dan identitas sosial. Data diperoleh melalui observasi, wawancara singkat dengan guru, dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pengenalan budaya mampu mengaktifkan tiga aspek dalam social identity theory, yaitu aspek kognitif, evaluatif, dan emosional. Siswa terlihat mampu mengategorikan perbedaan budaya, menilai keberagaman sebagai sesuatu yang bernilai, serta menunjukkan respons emosional positif seperti antusiasme dan rasa ingin tahu. Proses tersebut memperkuat kemampuan anak dalam memahami kedudukannya sebagai bagian dari kelompok yang lebih besar, yaitu bangsa Indonesia, serta menumbuhkan sikap saling menghargai terhadap keberagaman. Program 1000 Guru Bali memberikan kontribusi dalam membangun dasar empati budaya dan identitas sosial yang lebih inklusif pada anak sekolah dasar.Kata Kunci: Pengenalan Budaya, Identitas Sosial, Empati Budaya, Social Identity Theory, Anak Sekolah Dasar.
Copyrights © 2025