Abstrak: Otitis eksterna merupakan penyakit yang sering dijumpai dalam praktik klinis sehari-hari dan dapat berkembang dari gejala ringan hingga menjadi kondisi berat seperti malignant otitis eksterna, terutama pada pasien imunokompromi. Bakteri tersering penyebabnya adalah Staphylococcus aureus. Propolis sebagai produk lebah madu diketahui memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid dan pinocembrin yang berperan sebagai agen anti inflamasi dan anti mikroba. Tingginya resistensi antibiotik di Indonesia mendorong penelitian ini untuk membandingkan efektivitas propolis dengan gentamisin berdasarkan zona hambat terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional pada 40 subjek yang dipilih melalui systematic sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas subjek berjenis kelamin perempuan (57,5%) dengan keluhan utama nyeri telinga (55,0%). Analisis menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara zona hambat propolis dan gentamisin (p = 0,001). Disimpulkan bahwa propolis memiliki efektivitas yang berbeda secara signifikan dibandingkan gentamisin terhadap Staphylococcus aureus pada otitis eksterna, sehingga berpotensi sebagai alternatif terapi.
Copyrights © 2027