Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap
Vol 18, No 1 (2026): Maret 2026

STATUS STOK HIU LANJAMAN Carcharhinus sorrah (Valenciennes 1839), YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP

Kholila, Anis (Unknown)
Widowati, Ita (Unknown)
Wijayanti, Diah Permata (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 May 2026

Abstract

Hiu Lanjaman (Carcharhinus sorrah) merupakan spesies yang rentan terhadap eksploitasi berlebih karena telah dikategorikan sebagai Near Threatened dalam Daftar Merah IUCN dan termasuk dalam Apendiks II CITES. Penelitian ini bertujuan menilai status stok C. sorrah yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap berdasarkan data panjang standar dan tangkapan tahunan. Penggunaan kedua data tersebut dilakukan untuk memperoleh estimasi stok yang lebih akurat. Data panjang digunakan untuk menganalisis panjang pertama tertangkap (Lc), panjang matang gonad (Lm), parameter pertumbuhan, serta mortalitas, sedangkan data tangkapan tahunan digunakan dalam analisis CMSY untuk mengestimasi status stok. Sebanyak 42 individu diukur panjang, berat, dan kematangan gonadnya selama tahun 2023. Data tangkapan tahunan (2014–2023) diperoleh dari statistik produksi perikanan PPS Cilacap. Hasil menunjukkan Lc 92,93 cm dan Lm 76,6 cm. Laju pertumbuhan (K) 0,51 tahun⁻¹ dan panjang asimtotik (L∞) 145,91 cm. Mortalitas total (Z) 1,83 tahun⁻¹, alami (M) 0,73 tahun⁻¹, dan mortalitas akibat penangkapan (F) 1,1 tahun⁻¹. Tingkat eksploitasi (E) 0,60 mengindikasikan eksploitasi berlebih. Rasio biomassa (B/BMSY) tahun 2023 sebesar 0,822 menunjukkan biomassa yang menipis. Diperlukan pengaturan ukuran tangkap, kuota penangkapan, dan pemantauan berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan stok C. sorrah. 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

bawal

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology

Description

Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, ...