Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku Onychophagia pada anak sekolah dasar berdasarkan faktor demografis yaitu usia, jenis kelamin dan urutan kelahiran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 388 siswa sekolah dasar di wilayah Sumatera yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian anak berada pada kategori tidak pernah melakukan onychophagia, namun masih terdapat anak yang kadang-kadang hingga yang selalu melakukan perilaku tersebut. Berdasarkan usia, anak usia lebih muda, khususnya usia 9 tahun, menunjukkan kecendrungan lebih tinggi dalam melakukan perilaku menggigit kuku. Berdasarkan jenis kelamin, anak laki-laki memiliki tingkat onychophagia yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Sementara itu berdasarkan urutan kelahiran, anak dengan urutan kelahiran terakhir menunjukkan kecendrungan lebih tinggi, meskipun temuan ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena keterbatasan jumlah sampel. Hasil penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan gambaran empiris mengenai karakteristik Onychophagia pada anak sekolah dasar yang selanjutnya dapat dimanfaatkan.
Copyrights © 2026