Penelitian ini berangkat dari pengalaman nyata para guru honorer di MI Ma’arif NU Karangturi, Banyumas. Mereka tetap mengajar dengan dedikasi tinggi meskipun kondisi kesejahteraan mereka masih jauh dari layak. Pertanyaan utama dari penelitian ini adalah bagaimana motivasi pengabdian (Public Service Motivation/PSM) dan persepsi keadilan gaji (Equity) berperan dalam memengaruhi kinerja guru honorer, serta bagaimana mereka menegosiasikan idealisme pengabdian dengan realitas kebutuhan ekonomi. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan dokumentasi aktivitas sekolah terhadap enam guru honorer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru tetap memaknai profesinya sebagai bentuk ibadah, pengabdian kepada bangsa, dan kecintaan pada dunia pendidikan. Namun, persepsi ketidakadilan terkait gaji juga muncul kuat, terutama ketika beban kerja dibandingkan dengan kompensasi yang diterima. Kinerja guru honorer terlihat dari kedisiplinan hadir, kesabaran mendidik, serta kreativitas dalam menyampaikan materi. Temuan penting penelitian ini adalah munculnya pola motivasi campuran (hybrid motivation), di mana pengabdian publik dan tuntutan keadilan gaji berjalan berdampingan sebagai faktor penopang kinerja. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa meskipun motivasi pengabdian masih menjadi kekuatan utama, perhatian terhadap keadilan gaji merupakan syarat penting untuk menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan di madrasah
Copyrights © 2026