QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora
Vol 4 No 3 (2026): 2026

Fenomena Glass Ceiling Dalam Lembaga Dakwah: Analisis Tantangan Struktural Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepemimpinan Perempuan

Fitrah Amaliah Hasibuan (Magister Manajemen Dakwah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Cecep Castrawijaya (Magister Manajemen Dakwah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)



Article Info

Publish Date
11 May 2026

Abstract

Fenomena glass ceiling merupakan hambatan tidak terlihat yang membatasi perempuan dalam mencapai posisi kepemimpinan strategis. Dalam konteks lembaga dakwah, fenomena ini menjadi penting karena meskipun perempuan berperan aktif dalam berbagai aktivitas dakwah, keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena glass ceiling dalam lembaga dakwah dengan fokus pada tantangan struktural dan kultural serta peluang kepemimpinan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan struktural berupa sistem organisasi yang hierarkis dan didominasi oleh laki-laki, serta hambatan kultural berupa budaya patriarki dan interpretasi keagamaan yang bias gender, saling memperkuat dalam membatasi mobilitas perempuan. Namun demikian, perkembangan teknologi digital dan meningkatnya kesadaran kesetaraan gender membuka peluang baru bagi perempuan dalam kepemimpinan dakwah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena glass ceiling dalam lembaga dakwah merupakan hasil interaksi antara faktor struktural dan kultural, sehingga diperlukan transformasi yang komprehensif untuk menciptakan kepemimpinan yang lebih inklusif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

qosim

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Social Sciences

Description

QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora dengan e-ISSN 2987-713X (online) p-ISSN 3025-5163 (cetak) dan Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal multidisiplin dan akses terbuka peer-reviewed dengan mengikuti kebijakan single-blind review. Artikel ilmiah pada Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & ...