Latar belakang: Sekelompok usus yang menginfeksi orang menelan telur melalui oral tinja. Kecacingan dideteksi dengan dditemukan telur, Metode laboratorium yang digunakan adalah metode sedimentasi dengan NaCl 0,9%(gold standar), NaOH 0,2% dan Aquabidest. Tujuan: Perbedaan Kualitas Sediaan Mikroskopis Pemeriksaan Telur Cacing STH Menggunakan NAOH 0,2% dan Aquabidest metode Sedimentasi Metode: Jenis Penelitian menggunakan Cross Sectional, dilakukan dilabortorium Mikrobiologi IKesT Muhammadiyah Palembang. Sampel diambil dari 1 responden yang masuk kedalam kriteria inklusi. Data Penelitian perbedaan kualitas sediaan mikroskopis pemeriksaan telur cacing STH dianalisis SPSS uji Chi Square. Hasil: Hasil dari perbedaan kualitas sediaan mikroskopis pemeriksaan telur cacing STH menggunakan reagen NaOH 0,2% dan Aqauabidest pada metode sedimentasi terdapat perbedaan. Mendapatkan hasil uji chi-square terlihat nilai sebesar 0,707 > 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hal ini dapat di artikan pula bahwa hasil pemeriksaan sidementasi reagen NaOH 0,2% tidak mempunyai korelasi dengan hasil pemeriksaan sidementasi reagen Aquabidest. Kesimpulan: Reagen NaOH 0,2% dan Aquabidest (alternatif) dapat digunakan pada metode sedimentasi pemeriksaan telur cacing STH.
Copyrights © 2025