Taman Nasional Karimunjawa terletak di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Jepara. Penelitian ini dilakukan di Pulau Menjangan Besar dan Pulau Geleang, yang memiliki potensi sumber daya perairan yang melimpah. Salah satu biota yang dikaji dalam penelitian ini adalah tunikata, khususnya kelas ascidiacea, yang termasuk dalam subfilum tunikata dan filum Chordata. Organisme ini lebih dikenal sebagai sea squirt dan memiliki peran ekologis penting dalam ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas tunikata, mengidentifikasi faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusinya, serta menentukan nilai tutupan tunikata di perairan Karimunjawa. Metode yang digunakan adalah Underwater Photo Transect (UPT) dan Underwater Visual Census (UVC) dengan perangkat lunak CPCe untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air di Pulau Menjangan Besar dan Pulau Geleang memenuhi sebagian besar parameter baku mutu air, dengan kecerahan > 5 m, pH 8,5–8,6, salinitas 34–35,7‰, suhu 27,8–28,5°C, dan DO > 5 mg/L. Namun, kadar nitrat (1,5–2,5 mg/L), nitrit (0,013–0,014 mg/L), dan fosfat (0,04 mg/L) melebihi nilai baku mutu. Tutupan tunikata tertinggi ditemukan di Pulau Menjangan Besar (Stasiun 1: 3,20%), sementara di Pulau Geleang lebih rendah (Stasiun 2: 0%; Stasiun 3: 0,13%). Indeks keanekaragaman berkisar 0,00–1,09, keseragaman 0,00–0,68, dan dominansi 0,38–1,00. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa aktivitas antropogenik, seperti budidaya keramba dan pariwisata, berkontribusi terhadap pencemaran nutrien yang berdampak pada rendahnya tutupan dan keanekaragaman tunikata. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan rutin dan pengelolaan aktivitas manusia untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan Karimunjawa.
Copyrights © 2026