Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa dalam pembelajaran berbasis masalah pada materi geometri di sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest yang diperkaya data kualitatif melalui observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang mengikuti pembelajaran Problem-Based Learning (PBL). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan penalaran matematis, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari 36,8 (pretest) menjadi 73,6 (posttest) dengan nilai normalized gain 0,59 pada kategori sedang–tinggi serta korelasi tinggi antara pretest dan posttest (r = 0,87; p < 0,001). Peningkatan terjadi pada seluruh indikator penalaran, terutama kemampuan menarik kesimpulan dan memberikan justifikasi logis. Data kualitatif menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam diskusi, pemodelan masalah, dan refleksi. Temuan ini menegaskan bahwa PBL efektif mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan reflektif siswa. Penelitian merekomendasikan penerapan PBL pada materi matematika lain dengan mempertimbangkan karakteristik individual siswa.
Copyrights © 2026