Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemilahan arsip dan non arsip serta dampaknya terhadap efektivitas pengelolaan kearsipan. Fokus penelitian ini menitikberatkan pada bagaimana proses pemilahan dokumen dapat meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di organisasi, khususnya dalam efisiensi penyimpanan dan kemudahan temu kembali informasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku kearsipan, dan regulasi kearsipan yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, dan interpretasi untuk memperoleh gambaran mengenai praktik pemilahan arsip dan non arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilahan arsip dilakukan melalui tahapan identifikasi dokumen, klasifikasi, penilaian nilai guna, serta penentuan tindak lanjut berupa penyimpanan atau penyusutan arsip. Proses ini terbukti memberikan dampak positif terhadap pengelolaan kearsipan, yaitu meningkatkan efisiensi ruang penyimpanan hingga sekitar 30–40% berdasarkan berbagai hasil kajian literatur, mempercepat proses temu kembali informasi, serta meningkatkan kerapian sistem pengarsipan. Namun demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala seperti keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, minimnya sarana dan prasarana, serta belum optimalnya penerapan standar kearsipan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran konseptual mengenai pentingnya pemilahan arsip yang tepat sebagai dasar peningkatan efektivitas pengelolaan kearsipan di organisasi.
Copyrights © 2026