Autentisitas hadis senantiasa menjadi perhatian utama dalam keilmuan Islam, yang secara tradisional dinilai melalui kritik sanad dan matan. Seiring perkembangan teknologi, Social Network Analysis (SNA) memberikan perspektif analitis baru dengan memanfaatkan simpul (nodes) untuk merepresentasikan perawi dan relasi (edges) untuk memetakan transmisi sejarah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan matematika analitis dalam menerapkan SNA secara sistematis untuk memahami kontribusi perawi hadis dalam pelestarian riwayat kenabian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui teknik dokumentasi dari sumber rujukan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan matematika analitis tidak menggantikan metode ilmu hadis klasik, melainkan hadir sebagai alat bantu modern untuk memperkuat analisis objektif dan visualisasi jaringan sanad. Pendekatan ini berperan dalam memetakan rantai sanad secara visual, mengukur pengaruh perawi secara kuantitatif, dan melacak pola historis penyebaran hadis. Dengan demikian, analisis matematika ini hanya terbatas pada struktur dan pola koneksi, serta tidak menilai aspek moral, keadilan, maupun kekuatan hafalan perawi
Copyrights © 2026