Pengalaman bermain musik tradisional Tabu Gong Rede Geda di Desa Riangkotek, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Musik Tabu Gong Rede Geda merupakan warisan budaya yang dimainkan menggunakan alat musik gong dan gendang dengan ritme dan tempo yang cepat secara berkelanjutan, sehingga menuntut ketahanan fisik yang tinggi dari para pemainnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah para pemain musik Tabu Gong Rede Geda yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan model analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bermain musik Tabu Gong Rede Geda secara signifikan melibatkan komponen kebugaran jasmani, khususnya kekuatan otot lengan, daya tahan kardiovaskular, dan koordinasi motorik. Pemain gong yang berdiri memukul tiga buah gong secara berulang dengan satu tangan, serta pemain gendang yang membungkuk memukul dengan dua tangan menggunakan bilah bambu, mengalami kelelahan otot yang menjadi penanda keterlibatan fisik yang intensif. Sistem pergantian pemain yang terjadi secara otomatis ketika kelelahan dirasakan merupakan mekanisme regulasi fisik yang secara tidak langsung mencerminkan pemahaman komunitas terhadap batas kapasitas kebugaran jasmani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bermain musik Tabu Gong Rede Geda mengandung nilai kebugaran jasmani yang relevan sebagai bentuk aktivitas fisik berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2026