Perkembangan ekonomi digital menuntut Usaha Mikro Kecil (UMK) di Jawa Barat untuk beradaptasi dengan strategi pemasaran modern melalui platform media sosial. Penelitian ini penting dilakukan guna mengevaluasi efektivitas pemanfaatan TikTok dalam memperkuat eksistensi dan daya saing produk lokal di tengah padatnya arus informasi digital. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana peran nano influencer dan konten short video memberikan pengaruh, baik secara parsial maupun simultan, terhadap tingkat brand awareness UMK di Jawa Barat. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner daring berbasis Google Form yang disebarkan kepada 105 responden, yakni pengguna aktif TikTok di Jawa Barat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang berhasil dihimpun kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik IBM SPSS. Hasil analisis membuktikan bahwa secara simultan, nano influencer dan short video memberikan kontribusi sebesar 55,6% terhadap pembentukan brand awareness. Secara parsial, short video ditemukan memiliki pengaruh yang sangat dominan dan signifikan, sedangkan variabel nano influencer memberikan pengaruh positif yang tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa visualisasi pesan melalui video pendek merupakan instrumen pemasaran paling efektif, sementara figur nano influencer berperan sebagai pendukung narasi komunikasi bagi UMK
Copyrights © 2026