Penelitian ini mengkaji pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Knowledge Sharing Behavior (KSB) terhadap Innovative Work Behavior (IWB) dengan Feedback Seeking Behavior (FSB) sebagai variabel mediasi pada pegawai instansi sektor publik di Kota Bandung. Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena yang umum dijumpai pada organisasi publik, yaitu tingginya capaian kinerja administratif yang tidak disertai catatan inovasi kerja yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis utama bahwa perilaku kerja inovatif di sektor publik tidak lahir semata dari sistem dukungan organisasi, melainkan dari perilaku aktif pegawai dalam pembelajaran sosial dan pencarian umpan balik sebagai mekanisme perilaku proaktif. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan 99 responden valid yang berasal dari beragam status kepegawaian (PNS, PPPK, personel penugasan, dan non-ASN). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang tervalidasi dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.1 melalui bootstrapping (5.000 sampel). Hasil menunjukkan bahwa KSB merupakan prediktor IWB yang paling dominan (f² = 0,322; t = 6,019; p < 0,001). POS tidak berpengaruh langsung terhadap IWB, namun secara signifikan memengaruhi FSB (t = 3,714; p < 0,001). FSB memediasi hubungan POS–IWB (mediasi penuh) maupun KSB–IWB. Model menjelaskan 57,6% varians IWB (R² = 0,576) dengan relevansi prediktif yang kuat (Q² = 0,498). Temuan ini menegaskan bahwa penguatan praktik berbagi pengetahuan lintas unit dan mekanisme umpan balik terstruktur merupakan strategi kunci peningkatan inovasi pegawai di sektor publik.
Copyrights © 2026