Di tengah keterbatasan sumber daya, operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sangat bergantung pada perilaku ekstra peran atau Organizational Citizenship Behavior (OCB) tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Clan Culture dan Individualized Consideration terhadap OCB tenaga keperawatan, serta menguji peran Affective Commitment sebagai variabel mediasi, dengan menyoroti dinamika Clan Culture sebagai pedang bermata dua. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain kausalitas dengan teknik pengambilan sampel jenuh (census) yang melibatkan 115 perawat dan bidan di RSUD Kabupaten Melawi, di mana data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil analisis menunjukkan bahwa Clan Culture berpengaruh positif dan menjadi prediktor paling dominan terhadap OCB, diikuti oleh Individualized Consideration, namun Affective Commitment terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap OCB dan gagal berperan sebagai mediator. Temuan ini menyimpulkan bahwa budaya klan efektif membangun kohesivitas tim (organizational glue) tetapi berisiko menciptakan zona nyaman yang kurang inovatif jika terlalu mendominasi, sehingga manajemen disarankan untuk mempertahankan kehangatan budaya tersebut namun mengarahkannya pada standar profesionalisme medis melalui kepemimpinan yang memberdayakan.
Copyrights © 2026