Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan akibat rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan kurangnya pemahaman terkait pemenuhan zat besi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepatuhan remaja putri dalam mencegah anemia melalui edukasi gizi yang interaktif dan aplikatif. Program SEHATI dilaksanakan di Desa Mandiangin Barat dengan melibatkan 30 remaja putri melalui penyuluhan gizi, diskusi interaktif, serta demonstrasi pembuatan cookies daun kelor sebagai pangan lokal kaya zat besi, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 82 menjadi 92 serta peningkatan kategori pengetahuan sangat baik dari 47% menjadi 87%, disertai peningkatan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi TTD, kemampuan mengenali sumber zat besi, dan minat menerapkan pola makan sehat. Keterlibatan kader kesehatan turut memperkuat keberlanjutan program. Dengan demikian, intervensi ini efektif meningkatkan literasi gizi, mendorong perubahan perilaku, dan mendukung upaya pencegahan anemia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026