Parasocial relationships have become increasingly prominent in the social media era, especially among K-Pop fans in Indonesia. This study explores how parasocial interactions between Indonesian fans and NCT Dream are formed and experienced through digital activities on Twitter (X). A qualitative phenomenological approach was used to examine the experiences of seven active fans and regular Twitter users. Data were collected via in-depth interviews and digital documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s model through data reduction, display, and conclusion drawing. Findings reveal that parasocial interactions develop across three dimensions. The knowledge dimension arises from repeated exposure to digital content, fostering familiarity with NCT Dream members. The affective dimension reflects emotional attachment, including comfort, enthusiasm, and loss when idols are inactive. The behavioral dimension appears in fandom participation through trending topics, voting, streaming, and donations. The study concludes that Twitter (X) creates an ecosystem that enhances parasocial closeness through information exposure, real-time presence, and coordinated fan activities, highlighting multidimensional psychological and social dynamics in digital fandom. Hubungan parasosial semakin menonjol di era media sosial, terutama di kalangan penggemar K-Pop di Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana interaksi parasosial antara penggemar Indonesia dan NCT Dream terbentuk dan dialami melalui aktivitas digital di X. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan untuk menelaah pengalaman tujuh penggemar aktif dan pengguna rutin X. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi parasosial berkembang melalui tiga dimensi. Dimensi pengetahuan muncul dari paparan berulang terhadap konten digital, menumbuhkan rasa familiar dengan anggota NCT Dream. Dimensi afektif tercermin dari keterikatan emosional, termasuk kenyamanan, antusiasme, dan rasa kehilangan ketika idol tidak aktif. Dimensi perilaku terlihat dalam partisipasi fandom melalui topik trending, voting, streaming, dan donasi. Penelitian menyimpulkan bahwa X menciptakan ekosistem yang memperkuat kedekatan parasosial melalui paparan informasi, kehadiran secara real-time, dan koordinasi aktivitas penggemar, menyoroti dinamika psikologis dan sosial multidimensional dalam fandom digital.
Copyrights © 2026