Koneksi
Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi

Semiotika Saussure dan Narasi Feminisme Liberal dalam Lagu "The Man" oleh Taylor Swift

Carolina, Alexandra (Unknown)
Winduwati, Septia (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

Music can convey experiences and social criticism. This study examines how Taylor Swift’s song “The Man” represents liberal feminism through symbolic language in popular music. The significance of this research lies in understanding how mass media, particularly music, serves as a medium for articulating and disseminating feminist discourse amid persistent gender bias in society. The aim of this study is to identify forms of criticism toward double standards, stereotypes, and unequal treatment experienced by women as depicted in the lyrics. The analysis employs Ferdinand de Saussure’s semiotics combined with Stuart Hall’s Representation Theory and the concept of liberal feminism as the conceptual framework. The methodology used is a qualitative approach through textual analysis and informant triangulation to enrich the interpretation of meaning. The findings show that the hypothetical scenario “if I were a man” functions as a critical strategy highlighting male privilege in various contexts. The relationship between signifier and signified in the lyrics illustrates women’s experiences of having to work harder yet still being treated differently from men. Additional insights from informants reinforce that this message remains highly relevant to the conditions faced by women today, who continue to encounter bias, stereotypes, and unequal opportunities across social and professional spheres. Musik dapat menyampaikan pengalaman dan kritik sosial. Penelitian ini mengkaji bagaimana lagu “The Man” karya Taylor Swift merepresentasikan feminisme liberal melalui bahasa simbolik dalam musik populer. Signifikansi penelitian terletak pada pentingnya memahami bagaimana media massa, khususnya musik, menjadi sarana artikulasi dan penyebaran wacana feminisme di tengah masih kuatnya bias gender dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk kritik terhadap standar ganda, stereotipe, serta ketidakadilan perlakuan yang dialami perempuan sebagaimana ditampilkan dalam lirik lagu. Analisis dilakukan dengan menggunakan semiotika Ferdinand de Saussure yang dikombinasikan dengan Teori Representasi Stuart Hall dan konsep feminisme liberal sebagai kerangka konseptual. Metodologi yang digunakan berupa pendekatan kualitatif melalui analisis teks dan triangulasi data informan untuk memperkaya interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario hipotetik “jika saya laki-laki” berfungsi sebagai strategi kritik yang menyoroti privilese laki-laki dalam banyak hal. Relasi antara penanda dan petanda dalam lirik menggambarkan pengalaman perempuan yang harus berupaya lebih keras namun tetap diperlukan berbeda dengan laki-laki. Tambahan wawasan dari informan memperkuat temuan bahwa pesan ini masih sangat relevan dengan kondisi perempuan masa kini, yang masih menghadapi bias, stereotipe, dan ketimpangan peluang dalam berbagai ranah sosial maupun profesional.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

koneksi

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication ...