Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengukuran kinerja rumah sakit menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC), yang menilai kinerja melalui empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian kuantitatif ini dilakukan di RSIA ABC dengan melibatkan 100 karyawan sebagai responden yang dipilih menggunakan teknik Slovin dari total populasi 133 karyawan. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 24 dengan tahapan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji F, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keempat perspektif Balanced Scorecard berpengaruh signifikan terhadap kinerja rumah sakit. Secara parsial, perspektif pelanggan serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rumah sakit, sedangkan perspektif keuangan dan perspektif proses bisnis internal tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Perspektif pelanggan menjadi variabel yang paling dominan dalam memengaruhi kinerja rumah sakit, yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, kepuasan pasien, serta hubungan antara tenaga medis dan pasien menjadi faktor utama keberhasilan organisasi. Selain itu, pengembangan kompetensi karyawan, pelatihan, motivasi kerja, dan dukungan manajemen juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan rumah sakit. Nilai koefisien determinasi sebesar 52,7% menunjukkan bahwa Balanced Scorecard mampu menjelaskan sebagian besar variasi kinerja rumah sakit secara komprehensif. Dengan demikian, penerapan Balanced Scorecard dapat menjadi alat evaluasi strategis yang efektif dalam meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi organisasi, dan keberlanjutan kinerja rumah sakit secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026