Artikel ini bertujuan untuk menganalisis narasi perempuan dalam film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah dengan menggunakan pendekatan feminisme kritis serta mengkaji implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis hermeneutika terhadap dialog, alur cerita, dan representasi karakter perempuan dalam film tersebut. Berdasrkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dalam film ini digambarkan berada dalam relasi kuasa yang tidak seimbang, di mana mereka sering mengalami subordinasi, marginalisasi, serta tekanan sosial yang berasal dari konstruksi budaya patriarki. Selain itu, tokoh perempuan juga memperlihatkan bentuk resistensi terhadap dominasi tersebut, meskipun masih berada dalam batasan struktur sosial yang ada. Pendekatan feminisme kritis mengungkap bahwa narasi yang dibangun tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga mengkritisi struktur ketidakadilan gender yang masih berlangsung dalam kehidupan masyarakat. Pada konteks Pendidikan Agama Kristen, temuan ini menjadi sumbangsih penting dalam membangun kesadaran kritis terhadap isu keadilan gender serta mendorong pembelajaran yang lebih inklusif, reflektif, dan kontekstual. Pendidikan Agama Kristen diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek normatif, tetapi juga mampu menjadi ruang transformasi yang meneguhkan nilai kesetaraan, keadilan, dan penghargaan terhadap martabat perempuan sebagai ciptaan Allah. Dengan demikian, film ini dapat menjadi media pembelajaran yang relevan dalam mengintegrasikan nilai iman dengan realitas sosial yang dihadapi serta memperkaya perspektif teologis dalam pendidikan.
Copyrights © 2026